Posted by : Dedi
Tuesday, September 7, 2010
DUNIA MAKIN RUSAK. YA ALAMNYA, YA PENGHUNINYA. ITU SEBABNYA, ANAK-ANAK INDIGO DITURUNKAN KE MUKA BUMI UNTUK MENJADI PENYELAMAT.HMMMM, APAKAH INI NYATA? ATAU, HANYA SEKEDAR DONGENG BELAKA?

ANNISA RANIA PUTRI
Bocah kelahiran 5 juli 1999 ini di akhir tahun lalu sempat menggemparkan Indonesia. Dia menerbitkan sebuah buku judul Hope Is on the Way: Kumpulan Pesan Alam. Buku apa?
“Buku berisi kumpulan ceramah dan kuliah ku di berbagai tempat dan waktu. I just fixed some of them, sebelum di terbitkan,” tutur Annisa, seperti yang di kutip dari kompas.com.
Yap. Konon kabarnya, Annisa emang memiliki kemampuan supranatural,jack. Dia bisa melihat hal-hal gaib yang nggak bisa di tembus oleh penglihatan orang awam. Terus, dia juga bisa menjangkau masa depan, menyembuhkan orang sakit, dan melatih meditasi orang-orang dewasa.
Selain kemampuan supranatural, putri pasangan dr. Arwin, SpKj dan Yenni Handojo asal Surabaya ini juga memiliki otak yang luar biasa brilian. Dia menguasai bahasa Inggris, Arab, Korea, dan Belanda tanpa belajar secara formal!

ANNISA RANIA PUTRI
Bocah kelahiran 5 juli 1999 ini di akhir tahun lalu sempat menggemparkan Indonesia. Dia menerbitkan sebuah buku judul Hope Is on the Way: Kumpulan Pesan Alam. Buku apa?
“Buku berisi kumpulan ceramah dan kuliah ku di berbagai tempat dan waktu. I just fixed some of them, sebelum di terbitkan,” tutur Annisa, seperti yang di kutip dari kompas.com.
Yap. Konon kabarnya, Annisa emang memiliki kemampuan supranatural,jack. Dia bisa melihat hal-hal gaib yang nggak bisa di tembus oleh penglihatan orang awam. Terus, dia juga bisa menjangkau masa depan, menyembuhkan orang sakit, dan melatih meditasi orang-orang dewasa.
Selain kemampuan supranatural, putri pasangan dr. Arwin, SpKj dan Yenni Handojo asal Surabaya ini juga memiliki otak yang luar biasa brilian. Dia menguasai bahasa Inggris, Arab, Korea, dan Belanda tanpa belajar secara formal!
Nggak cuma itu. Waktu berumur enam tahun, Annisa juga udah ngerancang arsitektur sebuah bangunan megah berlantai empat di kawasan Kelapa Gading, Jakarta. Terus, dia pun mampu menginstal komputer sendiri. Dahsyat kan?
Menurut Nyokapnya nih, “keajaiban” Annisa mulai terlihat sekitar medio Oktober 2002.
“Dia bilang ke saya kalo dia ngeliat bunga besar yang ada di dekat dinding tembok rumah. Padahal saya nggak ngeliat apa-apa. Abis itu, ketika dia belum lancar bicara, saat di ajak menjenguk neneknya yang sakit, dia bilang ‘kembang’ dalam bahasa Inggris. Eh, nggak berapa lama neneknya meninggal. Jadi semacam isyarat gitu,” cerita Tante Yenni.
Yang lebih ajaib, brur, sampe sekarang Annisa ga mau memanggil ibu, mama, bunda, atau sebutan lainnya yang umum dilekatkan pada ibu kita. Dia memanggil Tante Yenni hanya dengan menyebut nama aja. Alesannya, “Aku lebih tua dari Yenni.” Ya ampuuun…
Lanjut! Sosok Annisa ini jelas menarik perhatian banyak orang, termasuk sejumlah pakar metafisika (ilmu pengetahuan yang mempelajari hal-hal nonfisik alias yang nggak keliatan oleh mata telanjang, RED.). Menurut pakar-pakar itu, Annisa bukan anak biasa. Dia adalah salah satu dari sekian banyak anak indigo yang diturunkan ke muka bumi.
Bukti bahwa Annisa tuh anak indigo bukan hanya kelebihan-kelebihan yang udah disebutkan di atas. Kalo kita baca buku karangannya, dijamin kita bakal kaget bukan kepalang. Sebab, isinya tergolong kelas berat! Sarat dengan filosofi yang mungkin baru bisa ditangkap maknanya oleh orang-orang yang udah tercerahkan. Lha, bahasanya tentang misteri kebijaksanaan, kasih, dan keadilan gitu!
“Kata dia, semua isi bukunya berasal dari ‘pesan-pesan alam’ yang ditangkapnya. Annisa pesan-pesan itu biasanya datang tiba-tiba, tapi kerap kali datang di keheningan malam. Kalo sedang mendapat pesan alam, tangan Annisa biasannya bergerak mencoret-coretkan pesan alam itu, atau bibirnya seperti mengucapkan sesuatu. Tapi, coretan-coretannya nggak bisa dipahami orang lain kecuali dia sendiri,” tambah Tante Yenni.
INDIGO CHILD IS…
Anak indigo! Istilah ini sejak beberapa tahun yang lalu emang udah sering terdengar. Tapi, mulai akhir tahun kemaren, kelahiran anak indigo seperti Annisa itu mulai kencang lagi didengung-dengungkan. Tepatnya, sejak kerusakan alam kian parah dan dampak kerusakan tersebut kian nyata mengancam kelangsungan hidup kita.
Menurut kabar yang beredar, kita nggak akan bisa memperbaiki semua kerusakan ini lagi. Satu-satunya yang bisa membuat dunia dan isinya perlahan kembali normal ya anak-anak indigo! Sebab, mereka emang sengaja diturunkan ke muka bumi untuk memperbaiki dunia yang carut marut, bos.
Percaya nggak percaya, terserah! But, meski mungkin lo nggak percaya, nggak ada ruginya juga kita sedikit mempelajari tentang anak indigo. Setuju?
Oke, kita mulai dari…. Siapa sih sebenarnya anak indigo itu?
“Anak indigo adalah anak yang akan melanjutkan generasi sebelumnya, yakni generasi nalar (cakra biru). Tugas dari anak indigo, ya meneruskan masa dari generasi biru dan menyuarakan serta memperbaiki segala kejadian dan kesalahan tentang persepsi manusia di bumi,” ujar Dr. Tb. Erwin Kusuma SpKJ (K) psikiater anak dan remaja dari Pro V Clinic yang juga peneliti anak indigo.
Bingung?
Jadi begini, sob! Kalo dirunut dari asal katanya, indigo tuh diambil dari bahasa spanyol yang berarti nila. Nila itu seperti yang udah kita tau bersama, merupakan warna hasil campuran antara warna biru dan ungu. Nah, dalam metafisika, sebutan indigo diberikan untuk mereka yang memiliki aura yang berwarna nila dan cakra ke enam di dahi (di antara kedua mata kita).
Tau aura? Kalo dijelaskan secara simpel, aura sama dengan daya tarik yang terpancar dari diri seseorang. Aura tersebut kalo diliat melalui foto aura atau video aura, bentuknya seperti sinar yang menyelubungi tubuh kita. Tapi, secara de facto, aura bisa dirasakan dari gaya bicara, tutur kata, kepribadian, pemikiran-pemikiran, serta prinsip-prinsip yang dipegang oleh seseorang.
Lain dengan aura, yang disebut dengan cakra adalah sebuah poin atau titik energi yang ada di dalam tubuh. Dari ujung rambut hingga ujung kaki jumlahnya ada tujuh. Cakra inilah yang sebenarnya memiliki warna yang berbeda-beda, yang pada akhirnya memancar seperti sinar yang menyelubungi tubuh kita, yang kita sebut dengan aura tadi.
Apa aja warna cakra-cakra itu?
“Cakra yang terletak di sekitar alat kelamin berwarna merah. Cakra yang terletak di perut berwarna jingga. Kemudian, cakra yang terletak di ulu hati berwarna kuning. Sementara yang terletak di dada berwarna hijau, di leher berwarna biru, di dahi berwarna nila, dan terakhir di ubun-ubun berwarna ungu,” jelas dokter Erwin.
Cakra-cakra tersebut mempunyai makna tersendiri dan mengalami perkembangan sesuai dengan urutannya. Cakra merah hingga jingga menggambarkan sebuah perjuangan menusia untuk bertahan hidup. Aura yang terpancar dari cakra banyak di temukan pada zaman di mana manusia baru menemukan peralatan untuk membantu hidupnya. Terus, aura yang terpancar dari cakra kuning banyak ditemukan pada masa dimana para menusia mengandalkan otot untuk meraih kekuasaan.
Sementara itu, aura yang terpancar setelah masa cakra kuning abis hingga tiba pada masa cakra biru “berkuasa” menggambarkan perkembangan manusia yang mulai menggunakan nalar dan pikirannya untuk menciptakan perubahan dunia. Bukti kalo aura yang terpancar dari cakra ini menandakan bahwa manusia mencoba menciptakan perubahan dunia adalah munculnya tokoh-tokoh yang menonjol, yang telah menyumbangkan sesuatu hingga akhirnya emang terjadi perubahan dunia. Contoh: Thomas Alfa Edison, Galileo, James Watt, Leonardo Da Vinci, serta tokoh-tokoh lainnya yang terus bermunculan hingga akhir milenium lalu.
Nah, begitu masuk milenium baru sekarang, masanya pun berganti. Aura yang akan menyelimuti mereka yang lahir di milenium ini terpancar dari cakra nila. Dan, seperti halnya manusia-manusia dari masa sebelumnya, mereka yang diselimuti aura indigo juga memiliki ciri-ciri khusus dan karakter-karakter yang berbeda dengan manusia-manusia dari masa sebelumnya. Mereka sangat jenius, pada umumnya memiliki kemampuan psikis atau telekinetis, dan memiliki jiwa arif layaknya orang yang udah tua.
Anak indigo! Istilah ini sejak beberapa tahun yang lalu emang udah sering terdengar. Tapi, mulai akhir tahun kemaren, kelahiran anak indigo seperti Annisa itu mulai kencang lagi didengung-dengungkan. Tepatnya, sejak kerusakan alam kian parah dan dampak kerusakan tersebut kian nyata mengancam kelangsungan hidup kita.
Menurut kabar yang beredar, kita nggak akan bisa memperbaiki semua kerusakan ini lagi. Satu-satunya yang bisa membuat dunia dan isinya perlahan kembali normal ya anak-anak indigo! Sebab, mereka emang sengaja diturunkan ke muka bumi untuk memperbaiki dunia yang carut marut, bos.
Percaya nggak percaya, terserah! But, meski mungkin lo nggak percaya, nggak ada ruginya juga kita sedikit mempelajari tentang anak indigo. Setuju?
Oke, kita mulai dari…. Siapa sih sebenarnya anak indigo itu?
“Anak indigo adalah anak yang akan melanjutkan generasi sebelumnya, yakni generasi nalar (cakra biru). Tugas dari anak indigo, ya meneruskan masa dari generasi biru dan menyuarakan serta memperbaiki segala kejadian dan kesalahan tentang persepsi manusia di bumi,” ujar Dr. Tb. Erwin Kusuma SpKJ (K) psikiater anak dan remaja dari Pro V Clinic yang juga peneliti anak indigo.
Bingung?
Jadi begini, sob! Kalo dirunut dari asal katanya, indigo tuh diambil dari bahasa spanyol yang berarti nila. Nila itu seperti yang udah kita tau bersama, merupakan warna hasil campuran antara warna biru dan ungu. Nah, dalam metafisika, sebutan indigo diberikan untuk mereka yang memiliki aura yang berwarna nila dan cakra ke enam di dahi (di antara kedua mata kita).
Tau aura? Kalo dijelaskan secara simpel, aura sama dengan daya tarik yang terpancar dari diri seseorang. Aura tersebut kalo diliat melalui foto aura atau video aura, bentuknya seperti sinar yang menyelubungi tubuh kita. Tapi, secara de facto, aura bisa dirasakan dari gaya bicara, tutur kata, kepribadian, pemikiran-pemikiran, serta prinsip-prinsip yang dipegang oleh seseorang.
Lain dengan aura, yang disebut dengan cakra adalah sebuah poin atau titik energi yang ada di dalam tubuh. Dari ujung rambut hingga ujung kaki jumlahnya ada tujuh. Cakra inilah yang sebenarnya memiliki warna yang berbeda-beda, yang pada akhirnya memancar seperti sinar yang menyelubungi tubuh kita, yang kita sebut dengan aura tadi.
Apa aja warna cakra-cakra itu?
“Cakra yang terletak di sekitar alat kelamin berwarna merah. Cakra yang terletak di perut berwarna jingga. Kemudian, cakra yang terletak di ulu hati berwarna kuning. Sementara yang terletak di dada berwarna hijau, di leher berwarna biru, di dahi berwarna nila, dan terakhir di ubun-ubun berwarna ungu,” jelas dokter Erwin.
Cakra-cakra tersebut mempunyai makna tersendiri dan mengalami perkembangan sesuai dengan urutannya. Cakra merah hingga jingga menggambarkan sebuah perjuangan menusia untuk bertahan hidup. Aura yang terpancar dari cakra banyak di temukan pada zaman di mana manusia baru menemukan peralatan untuk membantu hidupnya. Terus, aura yang terpancar dari cakra kuning banyak ditemukan pada masa dimana para menusia mengandalkan otot untuk meraih kekuasaan.
Sementara itu, aura yang terpancar setelah masa cakra kuning abis hingga tiba pada masa cakra biru “berkuasa” menggambarkan perkembangan manusia yang mulai menggunakan nalar dan pikirannya untuk menciptakan perubahan dunia. Bukti kalo aura yang terpancar dari cakra ini menandakan bahwa manusia mencoba menciptakan perubahan dunia adalah munculnya tokoh-tokoh yang menonjol, yang telah menyumbangkan sesuatu hingga akhirnya emang terjadi perubahan dunia. Contoh: Thomas Alfa Edison, Galileo, James Watt, Leonardo Da Vinci, serta tokoh-tokoh lainnya yang terus bermunculan hingga akhir milenium lalu.
Nah, begitu masuk milenium baru sekarang, masanya pun berganti. Aura yang akan menyelimuti mereka yang lahir di milenium ini terpancar dari cakra nila. Dan, seperti halnya manusia-manusia dari masa sebelumnya, mereka yang diselimuti aura indigo juga memiliki ciri-ciri khusus dan karakter-karakter yang berbeda dengan manusia-manusia dari masa sebelumnya. Mereka sangat jenius, pada umumnya memiliki kemampuan psikis atau telekinetis, dan memiliki jiwa arif layaknya orang yang udah tua.
TIPE-TIPE ANAK INDIGO
Anak indigo dapat menguasai berbagai bidang dengan baik sesuai dengan tipe mereka masing-masing. Tapi, secara garis besar mereka terbagi dalam empat tipe.
Pertama, artis (seni). Anak indigo tipe ini sangat memahami tentang kesenian dan menonjol di bidang seni. Kedua, humanis (kemanusiaan). Yaitu anak indigo yang sangat peduli dengan hal-hal kemanusiaan dan selalu menyuarakan tentang kemanusiaan. Ketiga, konseptualis (konsep). Anak indigo dari tipe ini memiliki keahlian untuk memahami berbagai konsep yang ada di dunia. Terakhir, interdimensional (berhubungan dengan alam lain). Anak indigo tipe ini menonjol dalam hal: dapat melihat dan berinteraksi dengan alam lain.
Anak indigo dapat menguasai berbagai bidang dengan baik sesuai dengan tipe mereka masing-masing. Tapi, secara garis besar mereka terbagi dalam empat tipe.
Pertama, artis (seni). Anak indigo tipe ini sangat memahami tentang kesenian dan menonjol di bidang seni. Kedua, humanis (kemanusiaan). Yaitu anak indigo yang sangat peduli dengan hal-hal kemanusiaan dan selalu menyuarakan tentang kemanusiaan. Ketiga, konseptualis (konsep). Anak indigo dari tipe ini memiliki keahlian untuk memahami berbagai konsep yang ada di dunia. Terakhir, interdimensional (berhubungan dengan alam lain). Anak indigo tipe ini menonjol dalam hal: dapat melihat dan berinteraksi dengan alam lain.
ANAK INDIGO DAN INDERA KE ENAM
Indigo berbeda dengan indera keenam. Perbedaan itu kental terlihat pada tingkat kecerdasan, brur.
Mereka yang memiliki indera keenam belum tentu cerdas. Nggak jarang mereka yang memiliki indera keenam, diperoleh kemampuannya itu karena di awali terjadinya gangguan pada otak (akibat sakit berat,operasi besar, dsb).
Beda dengan anak indigo! Mereka udah pasti memiliki tingkat kecerdasan yang sangat tinggi (IQ superior, 130 atau lebih). Lalu indera keenamnya udah diperoleh sejak lahir.
Indigo berbeda dengan indera keenam. Perbedaan itu kental terlihat pada tingkat kecerdasan, brur.
Mereka yang memiliki indera keenam belum tentu cerdas. Nggak jarang mereka yang memiliki indera keenam, diperoleh kemampuannya itu karena di awali terjadinya gangguan pada otak (akibat sakit berat,operasi besar, dsb).
Beda dengan anak indigo! Mereka udah pasti memiliki tingkat kecerdasan yang sangat tinggi (IQ superior, 130 atau lebih). Lalu indera keenamnya udah diperoleh sejak lahir.
CIRI-CIRI ANAK INDIGO
• Memiliki loyalitas yang tinggi terhadap apa yang diyakini dan suarakan.
• Memiliki perasaan “deserving to be here” dan suka kaget karena kebanyakan orang disekitarnya ternyata nggak memiliki perasaan yang sama.
• Sangat jenius, hingga mampu menguasai dan menyelesaikan banyak hal, bahkan yang umumnya hanya bisa dikuasai oleh orang yang lebih tua.
• Sering merasa frustasi dengan sistem yang berlaku disekitarnya.
• Orang sering salah sangka pada mereka. Menganggap mereka anak yang rebel atau memiliki kelainan ADHD (Attention Deficit and Hiperactive Syndrome, RED.).
• Pola pikirnya kayak orang yang udah tua.
• Gaya bicaranya melampaui anak sebayanya.
• Dapat “membaca” perasaan, kemauan, dan pikiran orang lain.
• Dapat mengetahui keberadaan mahluk halus.
• Bisa mengetahui apa yang terjadi ditempat lain, yang akan atau sudah berlalu.
• Lebih tertarik kepada hal-hal yang berkaitan dengan alam dan kemanusiaan.
• Memiliki loyalitas yang tinggi terhadap apa yang diyakini dan suarakan.
• Memiliki perasaan “deserving to be here” dan suka kaget karena kebanyakan orang disekitarnya ternyata nggak memiliki perasaan yang sama.
• Sangat jenius, hingga mampu menguasai dan menyelesaikan banyak hal, bahkan yang umumnya hanya bisa dikuasai oleh orang yang lebih tua.
• Sering merasa frustasi dengan sistem yang berlaku disekitarnya.
• Orang sering salah sangka pada mereka. Menganggap mereka anak yang rebel atau memiliki kelainan ADHD (Attention Deficit and Hiperactive Syndrome, RED.).
• Pola pikirnya kayak orang yang udah tua.
• Gaya bicaranya melampaui anak sebayanya.
• Dapat “membaca” perasaan, kemauan, dan pikiran orang lain.
• Dapat mengetahui keberadaan mahluk halus.
• Bisa mengetahui apa yang terjadi ditempat lain, yang akan atau sudah berlalu.
• Lebih tertarik kepada hal-hal yang berkaitan dengan alam dan kemanusiaan.
…..dari buku The Indigo Children: The New Kids Have Arrived
Oleh: Jan Tober & Lee Carroll.
Oleh: Jan Tober & Lee Carroll.